"WEBSITE RESMI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NATUNA"

PROFIL KEPALA DINAS

img
H.ERSON GA, S.Sos, MA

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

LINK INSTANSI TERKAIT

LINK INSTANSI NATUNA

Profil Kabupaten Natuna

Provinsi Kepulauan Riau

Kabupaten Natuna, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 14.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680 barel.Sejarah Kabupaten Natuna tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kabupaten Kepulauan Riau, karena sebelum berdiri sendiri sebagai daerah otonomi, Kabupaten Natuna merupakan bahagian dan Wilayah Kepulauan Riau. Kabupaten Natuna dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 53 Tahun 1999 yang disahkan pada tanggal 12 Oktober 1999, dengan dilantiknya Bupati Natuna Drs. H. Andi Rivai Siregar oleh Menteri Dalam Negeri ad interm Jenderal TNI Faisal Tanjung di Jakarta.

Berdasarkan Surat Keputusan Delegasi Republik Indonesia, Provinsi Sumatera Tengah tanggal 18 Mei 1956 menggabungkan diri ke dalam Wilayah Republik Indonesia dan Kepulauan Riau diberi status Daerah Otonomi Tingkat II yang dikepalai Bupati sebagai kepala daerah yang membawahi 4 kewedanaan sebagai berikut:

Kewedanaan Tanjungpinang, meliputi Kecamatan Bintan Selatan (termasuk Bintan Timur, Galang, Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur).Kewedanaan Karimun, meliputi wilayah Kecamatan Karimun, Kundur dan Moro.Kewedanaan Lingga, meliputi wilayah Kecamatan Lingga, Singkep dan Senayang.Kewedanaan Pulau Tujuh, meliputi wilayah Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tembelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur.Kewedanaan Pulau Tujuh yang membawahi Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur beserta kewedanaan laiannya dihapus berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP/247/5/1965. Berdasarkan ketetapan tersebut, terhitung 1 Januari 1966 semua daerah administratif kewedanaan dalam Kabupaten Kepulauan Riau dihapus.

Kabupaten Natuna dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 53 Tahun 1999 dari hasil pemekaran Kabupaten Kepulauan Riau yang terdiri dari 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Barat, Jemaja, Siantan, Midai dan Serasan dan satu Kecamatan Pembantu Tebang Ladan.

Seiring dengan kewenangan otonomi daerah, Kabupaten Natuna kemudian melakukan pemekaran daerah kecamatan yang hingga tahun 2004 menjadi 10 kecamatan dengan penambahan, Kecamatan Pal Matak, Subi, Bunguran Utara dan Pulau Laut dengan jumlah kelurahan/desa sebanyak 53.

Hingga tahun 2007 ini Kabupaten Natuna telah memiliki 16 Kecamatan. 6 Kecamatan pemekaran baru itu diantaranya adalah Kecamatan Pulau Tiga, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Siantan Selatan, Siantan Timur dan Jemaja Timur dengan total jumlah kelurahan/desa sebanyak 75.

Penduduk Kabupaten Natuna pada tahun 2010 berjumlah 69.003 jiwa, yang terdiri dari 35.741 jiwa penduduk laki-laki dan 33.262 jiwa penduduk perempuan. Kecamatan Serasan merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi yakni 124,10 jiwa per km2, diikuti oleh Kecamatan Midai 123,97 jiwa per km2.

Selain letaknya yang strategis kawasan Pulau Natuna dan sekitarnya pada hakikatnya dikaruniai serangkaian potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara memadai atau ada yang belum sama sekali, yaitu:

Sumber daya perikanan laut yang mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun dengan total pemanfaatan hanya 36%, yang hanya sekitar 4,3% oleh Kabupaten Natuna.Pertanian & perkebunan seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit dan cengkeh.Objek wisata: bahari (pantai, pulau selam), gunung, air terjun, gua dan budidaya.Ladang gas D-Alpha yang terletak 225 km di sebelah utara Pulau Natuna (di ZEEI) dengan total cadangan 222 trillion cubic feet (TCT) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCT merupakan salah satu sumber terbesar di Asia.

 

Natuna Regency’s Profile

 

Natuna regency is one of the regency in Riau Archipelagos Province, Indonesia. Natuna is the northernmost island in the Karimata strait. Natuna is bordered byVietnam and Cambodia on the north, by South Sumatra and Jambi on the south, Singapore, Malaysia and Riau on the west and East Malaysia and West Kalimantan on the east.

Natuna is located on Hong Kong, Japan, Korea and Taiwan international shipping lanes. This regency is well-known for oil and gas producing. Natuna oil reserves is estimated at 14,386,470 barrels and natural gas is at 112,356,680 barrels. The history of Natuna can not be separated from Riau Archipelago regency, as before stand alone as an autonomous region, Natuna regency is a part of Riau Archipelago region. Natuna regency was established by law No. 53 of 1999 ratified on October 12, 1999, with the inauguration of Natuna Regent Drs. H. Rival Andi Siregar by ad interim Minister of Domestic Affair Gen. Faisal Tanjung in Jakarta.

Based on the Decree of the Delegation of the Republic Indonesia, Central Sumatra dated May 18, 1956 merged into the territory of the Republic of Indonesia and Riau Archipelago were given the Levell III Autonomous Region status leaded by regent as a local officer in charge for 4 districts as follows:

Tanjungpinang district, covered South Bintan sub district (including East Bintan, Galang, West and East Tanjungpinang).

Karimun district, covered Karimun, Kundur and Moro sub district.

Lingga district, covered Lingga, Singkep and Senayang sub district.

Seven Islands district, covered Jemaja,Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, West and East Bunguran sub district.

Later, all the districts has been removed by the Decree of the Governor of Riau Archipelago regency enlargement, there were consist of 6 districts, East Bunguran, West Bunguran, Jemaja, Siantan, Midai and Serasan district and the district of vice, Tebang Ladan.

Along with the decentralization of authority, Natuna regency did sub district region enlargement through 2004 into 10 districts with the addition, Pal Matak, Subi, North Bunguran, and Laut island sub district with total number of village as many as 53 villages.

Until 2007, Natuna Regency has had 16 districts. Those 6 new enlargement districts were Tiga island, Northeast Bunguran, Central Bunguran, South Siantan, East Siantan and East Jemaja district with total number of 75 villages.

Natuna Regency inhabitants in 2010 amounted to 69.003 inhabitants, 35.741 males and 33.262 females. Serasan district is a region with the highest population density, 124,10 people per km2, followed by Midai district, 123,97 people per km2.

In addition to its strategic location, Natuna island intrinsically endowed with a series of natural resources that have not been adequately maintained at all. There are:

Marine fishery resource reached more than 1 million ton per year with total utilization only 36%. Agriculture and plantation such as tubers, coconut, rubber, oil palm and clove. Tourism objects such as marine tourism (coastal, diving etc), mountains, waterfalls and caves.

D-Alpha mine gas located 225 miles at north of Natuna island (in ZEEI) with total reserve are 222 thrillion cubic feet(TCT) and hydrocarbon gas can being obtained by 46 TCT which is one of the largest sources in Asia.

Fan Page

Twitter

GALERI WISATA

PICTURE IN MAP

Resep Masakan